5 Wisata Sejarah Ikonik di Pekanbaru

Juli 27, 2019

Tidak hanya memikat perhatian wisatawan karena memiliki sejumlah objek wisata alamnya yang indah, Pekanbaru juga memiliki tempat-tempat bersejarah yang ikonik dan kental akan perpaduan budaya Melayu dan Pekanbaru tempo dulu.

Berikut adalah destinasi wisata bersejarah di Pekanbaru yang bisa menambah pengetahuanmu.

1. Istana Hinggap

Istana Hinggap Pekanbaru

Dibangun pada awal 1990-an oleh arsitektur Belanda dengan gaya bangunan artdeco, perpaduan Eropa, dan Turki, rumah bersejarah Istana Hinggap masih berdiri kokoh hingga saat ini. Semua bangunan yang ada pada bangunan tersebut masih asli, mulai dari pintu, daun jendela serta terali besi yang ada pada jendela rumah. Pemugaran rumah ini hanya dilakukan pada lantainya saja.

Rumah Hinggap terletak di Jalan Senapelan Gang Pinggir dan berdiri di atas tanah seluas 1557 m2 dengan luas bangunan seluruhnya 526 m2. Disebut Istana Hinggap karena Sultan Syarif Kasim II biasanya menginap di rumah ini.

Haji Zakaria yang pada zaman kerajaan Siak dikenal sebagai Mufti Besar di Kesultanan Siak Sri Indrapura yang bergelar Datuk Kadhi Haji Zakaria dulunya merupakan pemilik rumah ini.

Saat ini Istana Hinggap hanya dihuni oleh Haji Syahril Rais, SH suami dari Haji Nurlis Yahya yang merupakan cucu dari Haji Zakaria pemilik rumah awal. Di dalam Istana Hinggap terdapat sejumlah koleksi barang-barang lawas, seperti radio, piring-piring lama, furniture bernuansa klasik, dan buku-buku tua yang menambah nuansa rumah ini semakin bernilai sejarah.

2. Rumah Singgah Tuan Kadi

Tepat di bawah jembatan Siak III yang terletak di Kecamatan Senapelan, Pekanbaru, berdiri bangunan mungil dan cantik yaitu rumah Tuan Kadi. Menurut catatan sejarah, rumah mungil di tepian sungai Siak ini dibangun pada masa kesultanan Siak Sri Indrapura.

Letaknya yang tak jauh dari dermaga, sehingga sering dijadikan tempat singgah sementara oleh para sultan yang datang ke Pekanbaru. Rumah dengan bentuk panggung ini dibangun oleh Haji Nurdin Putih (mertua Tuan Kadi) pada tahun 1895 dan saat ini menjadi cagar budaya kebanggan masyarakat Pekanbaru.

Saat mengunjungi rumah Tuan Kadi, pengunjung bisa melihat foto-foto sejarah Sungai Siak dan dulang, yaitu tempat penyajian makanan khas Melayu yang berada di sekeliling ruangan.

Selain itu, terdapat juga gasing yang merupakan permainan warga Melayu di jaman dulu dan centong nasi yang terbuat dari batok kelapa.

3. Titik Nol Kilometer Pekanbaru

Tugu Titik Nol Pekanbaru yang terletak di pinggiran Sungai Siak tepatnya di jalan Perdagangan, Kp Dalam, Senapelan, Pekanbaru, merupakan titik asal muasal berdirinya Kota Pekanbaru. Tugu titik Nol kilometer merupakan bukti kesejarahan Senapelan yang pernah menjadi pusat perekonomian diawal abad 20 silam.

Di kawasan sekitar titik nol terdapat beberapa bangunan-bangunan lama yang selalu dijaga ketat oleh pemerintah salah satunya adalah bekas rumah Haven Master yang terdaftar sebagai cagar budaya (Inventarisasi BPCB Sumatera Barat) dengan nomor 08/BCB-TB/B/01/2014.

4. Kimteng Lama

Untuk wisatawan pecinta kopi, Kimteng Lama adalah kedai kopi legendaris di Pekanbaru dan merupakan tempat yang wajib untuk dikunjungi untuk para pecinta kopi. Di sini wisatawan akan puas mencicipi dan menikmati aneka kopi yang terbuat dari biji kopi arabika lokal.

Tidak hanya untuk wisatawan pecinta kopi, Kimteng Lama juga merupakan surga aneka makanan, cocok untuk para wisatawan yang ingin berburu aneka kuliner.

Lokasi Kimteng Lama terletak di jalan Senapelan 22, Pekanbaru dekat Pasar Bawah. Nama Kimteng Lama diambil dari seorang pengusaha kopi terkenal yaitu Tan Kim Teng. Saat mengunjungi kedai Kimteng Lama pengunjung akan disambut gerobak aneka makanan yang berjejer.

Setiap harinya kedai Kimteng Lama selalu ramai pengunjung. Jam operasional Kimteng Lama beroperasi mulai dari pukul 06.00 pagi hari sampai pukul 18.00 WIB.

5. Rumah Tenun

Rumah Tenun yang berlokasi di Kampung Bandar, Senapelan, Pekanbaru, adalah tempat produksi kain tenun Melayu di Pekanbaru yang diproduksi secara manual tampa menggunakan mesin.

Di Rumah Tenun ini, wisatawan dapat melihat secara langsung proses pembuatan kain tenun Melayu yang berhias benang sutra berwarna emas dengan motif khas Pekanbaru.

Tidak hanya itu, wisatawan juga dapat membeli kain tenun yang sudah jadi, seperti syal, sarung, dan selendang.

Rumah Tenun dibangun pada tahun 1887 oleh seorang pengusaha getah ternama, beliau adalah Haji Yahya. Menurut cerita sejarah, Rumah Tenun dulunya adalah gudang logistik dan dapur umum di awal masa perang kemerdekaan dan saat ini tempat tersebut berubah menjadi tempat produksi tenun secara manual di Pekanbaru.

Pekanbaru ternyata menyimpan banyak bangunan bersejarah yang menarik untuk dijelajahi. Kamu bisa memasukannya dalam daftar destinasi wisata saat akan berkunjung ke Pekanbaru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan MUHRID di Facebook Bagikan MUHRID di Google+