Simak Ulasan Tentang Gejala dan Pencegahan Hiportemia

September 12, 2019

Hiportemia merupakan suatu kondisi tubuh yang menurun hingga berada dibawah suhu normal 35 derajat Celcius. Hal ini berpengaruh terhadap fungsi darah dan organ lainnya yang mengalami gangguan. Jika tidak ditangani segera dapat menyebabkan gangguan pernapasan, gagal jantung hingga kematian. Penyebabnya adalah panas tubuh tidak sebanyak panas yang hilang, kondisi ini diakibatkan oleh terlalu lama berada di tempat yang dingin, menggunakan pakaian yang kurang tebal ketika cuaca dingin, menggunakan pakaian basah dan berada di dalam air terlalu lama. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja dan tingkat resiko menderita penyakit ini adalah usia yang lebih rentan adalah bayi dan lansia, lelah, mengonsumsi alkohol dan obat-obatan, radang sendi, gangguan mental dan parkinson.

Gejala dan Pencegahan Hiportemia

Berikut adalah indikasi dan gejala yang terjadi:

• Awalnya merasa kedinginan, kemudian badan gemetaran karena menahan dingin hingga gigi gemetar karena tidak dapat menahan dingin.
• Jika tubuh penderita basah maka serangan penyakit akan lebih cepat.
• Angin bertiup yang mengenai tubuh akan dengan mudah menghilangkan panas tubuh, dengan potensi penyakit menuju paradoxical feeling of warmth yang cepat.
• Penderita tidak akan merasa dingin melainkan panas hingga kondisi dimana melepas semua baju karena merasa panas.
• Penyakit ini menyerang saraf dan bergerak secara pelan terutama jika penderita tidak merasa menderita penyakit ini.
• Untuk bayi, kulit menjadi berwarna merah terang, dingin dan terlihat tidak bertenaga.

Fakta dari hiportemia adalah suhu tubuh yang turun membuat tubuh tidak dapat menjalankan fungsi serta metabolisme yang membuat tubuh kehabisan energi dan menggigil. Umumnya menyerang para pendaki gunung karena berada dikawasan gunung bersuhu rendah, dapat juga menyerang bayi dan lansia karena belum atau tidak dapat mengontrol suhu tubuh. Menggigil yang dialami penderita dapat menyebabkan tubuh terlihat pucat, sulit berbicara hingga berhalusinasi dan kesadaran menjadi hilang. Halusinasi yang terjadi menyebabkan penderita mengejar apa yang sedang dilihat tanpa memperhatikan apa dan bagaimana kondisi di depannya, hal inilah yang membuat banyak penderita jatuh ke jurang tanpa menggunakan pakaian. Sebaiknya memantau suhu tubuh dengan memastikan dapat merasakan tubuh sedang kedinginan atau tidak.

Berikut adalah tindakan pencegahan diantaranya:

• Jika melakukan kegiatan luar ruangan saat musim hujan dan sedang memiliki curah hujan tinggi maka sebaiknya membawa jaket tebal, jas hujan serta pakaian ganti yang banyak.
• Sebaiknya membawa makanan yang mudah dibakar dan diolah menjadi kalori seperti gula Jawa, enting-enting, dan coklat yang dapat dimakan dalam perjalanan untuk mengganti energi yang hilang.
• Saat angin bertiup kencang sebaiknya segera menggunakan pakaian tebal karena jika wind chill tidak dirasakan oleh tubuh maka tubuh dapat segera jatuh sakit dengan tiba-tiba.

Selain itu, lakukan gerakan sederhana menghangatkan tubuh tetapi jangan biarkan tubuh berkeringat berlebihan karena jika terkena angin akan menurunkan panas tubuh. Dapat juga membawa minum hangat atau makanan, tetapi hindari minuman yang memiliki kandungan alkohol dan kafein. Untuk bayi, sebaiknya tidak dibiarkan di ruangan yang bersuhu rendah, tetap menggunakan jaket tambahan dan melarang anak bermain saat hujan.

Beberapa cara mengatasi hiportermia yang perlu dihindari adalah tidak menghangatkan tubuh dari tangan dan kaki karena akan membuat syok. Selanjutnya, tidak memijat kaki dan tangan atau tidak merendam tubuh dalam air yang hangat atau panas. Tidak menggunakan lampu pemanas untuk menghilangkan dingin dan tidak memberikan minum atau makanan jika penderita tidak sadarkan diri. Gejala dan tindakan pencegahan ini akan membantu yang bukan penderita tetap menjaga kondisi suhu tubuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan MUHRID di Facebook Bagikan MUHRID di Google+